Logo

menu

PT KBI Logo Mobile

Logo

Logo BUMN

LAYANAN

PUSAT REGISTRASI

Mengacu pada Permendag No. 08/M-DAG/PER/02/2013 tentang Perubahan atas Permendag No. 37/M-DAG/Per/07/2011 dan Permendag No. 35/M-DAG/PER/V/2016 tentang Perubahan Kedua atas Permendag No. 37/M-DAG/Per/07/2011 tentang Barang yang Dapat Disimpan di Gudang dalam rangka Penyelenggaraan Sistem Resi Gudang. Saat ini terdapat 14 (empat belas) jenis komoditas yang masuk dalam skema Sistem Resi Gudang, yaitu: Gabah, Beras, Jagung, Kopi, Kakao, Lada, Karet, Rumput Laut, Rotan, Garam, Kopra, Teh, Gambir, dan Timah.

DEFINISI

  • Definisi Sistem Resi Gudang:
    Adalah kegiatan yang berkaitan dengan penerbitan, pengalihan,penjaminan, dan penyelesaian transaksi Resi Gudang. Sistem Resi Gudang merupakan salah satu instrumen penting dan efektif dalam sistem pembiayaan perdagangan, serta dapat memfasilitasi pemberian kredit bagi dunia usaha dengan agunan inventori atau barang yang disimpan di gudang. Yang juga bermanfaat dalam menstabilkan harga pasar dengan memfasilitasi cara penjualan yang dapat dilakukan sepanjang tahun. Selain itu, dapat digunakan oleh Pemerintah untuk pengendalian harga dan persediaan nasional. Dalam Sistem Resi Gudang pembiayaan yang akan diperoleh pemilik barang tidak hanya berasal dari perbankan dan lembaga keuangan nonbank, tetapi dapat berasal dari investor melalui Derivatif Resi Gudang. Adapun pengaturan mengenai transaksi Derivatif Resi Gudang tunduk pada ketentuan-ketentuan yang mengatur hal tersebut. Sistem Resi Gudang merupakan bagian yang tdiak terpisahkan dari sistem pemasaran yang telah dikembangkan di berbagai negara. Sistem ini terbukti telah mampu meningkatkan efisiensi sektor agroindustri karena baik produsen maupun sektor komersial dapat mengubah status sediaan bahan mentah dan setengah jadi menjadi suatu produk yang dapat diperjualbelikan secara luas.
  • Definisi Resi Gudang:
    Adalah dokumen bukti kepemilikan atas barang yang disimpan di Gudang yang diterbitkan oleh Pengelola Gudang. Resi Gudang sebagai alas hak(document of title) atas barang dapat digunakan sebagai agunan karena Resi Gudang tersebut dijamin dengan komoditas tertentu dalam pengawasan Pengelola Gudang yang terakreditasi. Sebagai surat berharga, Resi Gudang juga dapat dialihkan atau diperjualbelikan di pasar yang terorganisasi (bursa) atau di luar bursa oleh Pemegang Resi Gudang kepada pihak ketiga. Hal ini dimungkinkan karena Resi Gudang juga merupakan instrumen keuangan yang dapat diperjualbelilan, dipertukarkan, dan dalam perdagangan derivatif dapat diterima sebagai alat penyelesaian transaksi kontrak berjangka yang jatuh tempo di bursa berjangka. Dengan terjadinya pengalihan Resi Gudang tersebut, kepada pemegang Resi Gudang yang baru diberikan hak untuk mengambil barang yang tercantum di dalamnya. Hal ini akan menciptakan sistem perdagangan yang lebih efisien dengan menghilangkan komponen biaya pemindahan barang.

FUNGSI

Kegiatan penatausahaan Resi Gudang dan Derivatif Resi Gudang merupakan manifestasi dari Undang-Undang Republik Indonesia No.9 tahun 2006 tentang Sistem Resi Gudang, dimana pada pasal 34 disebutkan bahwa kegiatan sebagai Pusat Registrasi hanya dapat dilakukan oleh Badan Usaha berbadan hukum dan mendapat persetujuan Badan Pengawas. Namun sekarang Undang-Undang RI No.9 tahun 2006 tersebut telah berubah menjadi Undang-Undang Republik Indonesia No. 9 Tahun 2011 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 9 Tahun 2006 Tentang Sistem Resi Gudang.

Didalam industri Sistem Resi Gudang di Indonesia, PT KBI (Persero) berperan sebagai Pusat Registrasi dan memiliki fungsi pencatatan, penyimpanan, pemindahbukuan kepemilikan, pembebanan hak jaminan, pelaporan serta penyediaan sistem dan jaringan informasi Resi Gudang dan Derivatif Resi Gudang. Dengan berdasarkan ijin yang telah diperoleh dari BAPPEBTI No.03/BAPPEBTI/Kep-SRG/SP/PUSREG/6/2009 tanggal 16 Juni 2009.

Penatausahaan Resi Gudang bertujuan agar pencatatan, penyimpanan, pemindahbukuan kepemilikan/pengalihan, serta pembebanan hak jaminan Resi Gudang dan Derivatif Resi Gudang (baik warkat atau tanpa warkat) dapat dipantau oleh PT KBI (Persero) sebagai Pusat Registrasi, sehingga memberikan kepastian bagi pemegang Resi Gudang dan kreditur. Selain itu, dengan penatausahaan yang terpusat diharapkan adanya Sistem Informasi Sediaan Nasional Komoditas (SISNASKOM) sehingga akan memudahkan Pemerintah dalam memantau dan mengendalikan sediaan nasional.

LEMBAGA TERKAIT

Lembaga-lembaga terkait dalam Sistem Resi Gudang adalah: Badan Pengawas Sistem Resi Gudang yang selanjutnya disebut Badan Pengawas adalah unit organisasi di bawah Menteri yang diberi wewenang untuk melakukan pembinaan, pengaturan, dan pengawasan pelaksanaan Sistem Resi Gudang. Dalam hal ini yaitu Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (BAPPEBTI).

Pusat Registrasi Resi Gudang yang selanjutnya disebut Pusat Registrasi adalah badan usaha berbadan hukum yang mendapat persetujuan Badan Pengawas untuk melakukan penatausahaan Resi Gudang dan Derivatif Resi Gudang yang meliputi pencatatan, penyimpanan, pemindahbukuan kepemilikan, pembebanan hak jaminan, pelaporan, serta penyediaan sistem dan jaringan informasi. Dalam hal ini ialah PT Kliring Berjangka Indonesia (Persero).

Pengelola Gudang adalah pihak yang melakukan usaha pergudangan, baik Gudang milik sendiri maupun milik orang lain, yang melakukan penyimpanan, pemeliharaan, dan pengawasan barang yang disimpan oleh pemilik barang serta berhak menerbitkan Resi Gudang.

Lembaga Asuransi

Lembaga Penilaian Kesesuaian adalah lembaga yang telah mendapat persetujuan Badan Pengawas untuk melakukan serangkaian kegiatan untuk menilai atau membuktikan bahwa persyaratan tertentu yang berkaitan dengan produk, proses,sistem, dan/atau personel terpenuhi.

Lembaga Pembiayaan/Bank

Nasabah

 
 

Hak Cipta © 2017 Kliring Berjangka Indonesia (Persero).
Hak Cipta Dilindungi oleh Undang-Undang

SICS

PT. Kliring Berjangka Indonesia (Persero)

Graha Mandiri Lt.3 - Jl. Imam Bonjol No.61 Jakarta 10310
Telp : 021 - 39833066 Fax : 021 - 39833715