PELAPORAN PELANGGARAN

SISTEM PELAPORAN PELANGGARAN

Dalam rangka memperkuat penerapan Good Corporate Governance, PT Kliring Berjangka Indonesia (Persero) pada 19 Juni 2014 telah membentuk Tim Whistleblowing System dengan Surat Keputusan Direksi PT Kliring Berjangka Indonesia (Persero) Nomor 21/K-KBI/VI/2014 Tentang Tim Whistleblowing System pada PT Kliring Berjangka Indonesia (Persero). Tugas utama tim ini adalah sebagai berikut :

  • Menerima laporan Whistleblowing dari semua pihak baik melalui surat, email, faximile, telepon dan website yang ditujukan kepada Ketua Tim WBS; 2. Memproses Whistleblowing System sesuai dengan tata kerja pengelolaan kebijakan Whistleblowing System;
  • Melakukan pengelolaan pelaporan gratifikasi;
  • Melaporkan secara triwulanan hasil pada huruf a dan b kepada Direksi dan Dewan Komisaris.

Di samping itu, PT KBI (Persero) telah menetapkan Kebijakan Pelaporan Penyimpangan atau Pelanggaran (Whistleblowing System) pada tanggal 13 November 2014 melalui Surat Keputusan Bersama Komisaris dan Direksi PT Kliring Berjangka Indonesia (Persero) Nomor: 01/DEKOM-DIR/KBI/XI/2014 Tentang Kebijakan Pelaporan Penyimpangan atau Pelanggaran (Whistleblowing System) pada PT Kliring Berjangka Indonesia (Persero).

Disamping itu, Perseroan juga telah mengeluarkan Surat Keputusan Direksi Nomor 42/K-KBI/XII/2014 tanggal 16 (enam belas) Desember 2014 berkaitan dengan Pengaturan Penerimaan dan Pemberian Gratifikasi pada PT KBI (Persero). Atas masukan dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Surat Keputusan Direksi Nomor 42/K-KBI/XII/2014 tersebut telah diubah guna penyempurnaan dengan SK Direksi Nomor 23A/K-KBI/XI/2015 tentang Perubahan Atas Keputusan Direksi Nomor 42/K-KBI/ XII/2014 tentang Pengaturan Penerimaan dan Pemberian Gratifikasi pada PT KBI (Persero).

Penerapan Whistleblowing System (WBS) adalah bagian dari sistem pengendalian internal dalam mencegah praktik penyimpangan dan kecurangan. Melalui penyelenggaraan WBS, diharapkan PT KBI (Persero), khususnya pimpinan, dapat mengatasi permasalahan secara internal terlebih duhulu sebelum permasalahan tersebut merebak ke ruang publik yang dapat mengurangi reputasi organisasi.

Penanganan Pelaporan Pelanggaran atau Penyimpangan Rancang bangun WBS yang disusun sesuai Keputusan Bersama Dewan Komisaris dan Direksi PT KBI (Persero) adalah sebagai berikut: Pelaporan Penyimpangan atau Pelanggaran Pegawai dilakukan dengan menyampaikan laporan secara tertulis yang ditujukan kepada Tim WBS untuk penyelesaian penyimpangan atau pelanggaran dengan cara:

  • Memasukkan laporan ke kotak pengaduan yang berada di lingkungan Perseroan, atau
  • Mengirimkan laporan melalui email dengan alamat whistleblowing@ptkbi.com, atau
  • Menyampaikan laporan melalui SMS atau melalui Whatsapp ke hotline number 087820411407 , atau
  • Mengirimkan laporan melalui pos atau kurir ke alamat:

    Tim WhistleBlowing System untuk Penyelesaian,Penyimpangan/Pelanggaran

    PT Kliring Berjangka Indonesia (Persero)

    Graha Mandiri lantai 3 Jl. Imam Bonjol 61 Jakarta 10310


MANAJEMEN RISIKO

Latar Belakang Setiap proses bisnis perusahaan berpotensi mengandung risiko yang harus dikelola secara terintegrasi dan komprehensif dengan melibatkan seluruh insan KBI secara berkesinambungan. Perusahaan menyadari bahwa Manajemen Risiko bukan untuk menghilangkan risiko secara keseluruhan, tetapi merupakan suatu alat yang terstruktur untuk mengelola risiko yang ada diseluruh proses bisnis perusahaan guna mengupayakan keseimbangan antara biaya dan manfaat yang akan diperoleh. Manajemen Risiko harus melekat dalam setiap proses bisnis dan fungsi yang ada dalam perusahaan sehingga dapat menjadi budaya risiko. Ruang Lingkup Kebijakan Manajemen Risiko perusahaan diterapkan pada seluruh proses bisnis dan fungsi yang ada di perusahaan, mencakup Direksi dan seluruh divisi yang ada dalam organisasi perusahaan, serta bisnis / produk baru yang ada di perusahaan. Maksud dan Tujuan Maksud dan tujuan disusunnya Kebijakan Manajemen Risiko adalah :

  • Melindungi perusahaan dari risiko signifikan yang berpotensi mengganggu pencapaian sasaran stratejik dan sasaran terkait perusahaan serta mengamankan aset perusahaan yang meliputi sumber daya manusia, sumber daya modal dan reputasi perusahaan.
  • Memberikan kerangka kerja manajemen risiko yang konsisten atas risiko yang teridentifikasi pada proses bisnis yang ada diseluruh divisi.
  • Mendorong manajemen agar bertindak proaktif untuk mengelola risiko dengan tepat dan sekaligus menjadi sumber keunggulan bersaing dan keunggulan kinerja perusahaan.
  • Mendorong setiap insan KBI agar sadar risiko dalam mengelola bisnis perusahaan sebagai usaha memaksimalkan nilai perusahaan dan pencapaian kekayaan pemegang saham (shareholder) serta memenuhi ekspektasi para pemangku kepentingan (stakeholder) lainnya.

TUJUAN MANAJEMEN RISIKO

  • Terciptanya kesadaran dan kepedulian insan KBI terhadap pentingnya manajemen risiko bagi perusahaan;
  • Mampu meminimalkan dampak dari risiko signifikan yang dapat menghambat pencapaian tujuan perusahaan, mengamankan aset dan memelihara reputasi perusahaan;
  • Tersedianya kerangka kerja manajemen risiko perusahaan.

Prinsip Manajemen Risiko Prinsip manajemen risiko merupakan kaidah kaidah yang harus dipatuhi dalam penerapan manajemen risiko. Prinsip Manajemen Risiko yang digunakan oleh PT KBI (Persero) adalah sebagai berikut :

  • Komitmen, tekad untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan.
  • Pendekatan Sistem dan Proses, mengidentifikasi, memahami dan mengelola risiko sebagai sebuah sistem dan merupakan bagian integral dari proses yang dijalankan perusahaan.
  • Transparansi, seluruh risiko yang mungkin terjadi pada setiap proses bisnis di perusahaan diungkapkan dan tercantum dalam profil risiko perusahaan sehingga tidak ada risiko yang tidak teridentifikasi.
  • Integrasi dan Komprehensivitas, penerapan Manajemen Risiko perlu diintegrasikan ke dalam proses bisnis perusahaan, pengambilan keputusan bisnis oleh seluruh lapisan manajemen, dan ke dalam nilai dan budaya perusahaan. Pendekatan yang digunakan dalam merancang dan menerapkan strategi mitigasi risiko mencakup seluruh proses bisnis perusahaan.
  • Tanggung jawab berjenjang, pertimbangan risiko selalu melekat dan harus menjadi bagian integral dalam proses pengambilan keputusan manajemen pada semua jenjang perusahaan. Kewenangan untuk mengambil keputusan manajemen, memiliki implikasi kewenangan untuk mengambil suatu tingkat risiko.
  • Keseimbangan antara biaya dan manfaat, dalam merancang dan menerapkan manajemen risiko,manajemen harus tetap memperhitungkan perimbangan antara biaya yang harus dikeluarkan dengan manfaat yang mungkin akan diperoleh.
  • Perbaikan berkesinambungan, bahwa rancangan dan penerapan manajemen risiko harus selalu disempurnakan sesuai kebutuhan perusahaan melalui peningkatan kompetensi dan perbaikan sistem manajemen risiko.

KEBIJAKAN WISHTLEBLOWING SYSTEM DAN ANTI GRATIFIKASI
PT KLIRING BERJANGKA INDONESIA (PERSERO)

SK & KEBIJAKAN WISHTLEBLOWING SYSTEM DAN ANTI GRATIFIKASI



Surat Keputusan Direksi


Download PDF

Surat Keputusan Bersama


Download PDF